Tag Archives: Leicester City

Barcelona Mampu Disingkirkan Oleh Arsenal

Barcelona Mampu Disingkirkan Oleh Arsenal

Barcelona Mampu Disingkirkan Oleh ArsenalSalah satu klub elite English Premier League yaitu Arsenal, kembali harus menerima kenyataan pahit di babak perdelapanfinal Liga Champions musim 2015-2016. Pasalnya, skuad The Gunners yang merupakan julukan Arsenal kembali berjodoh dengan raksasa La Liga yaitu Barcelona.

Melihat hal tersebut membuat banyak kalangan meragukan kasempatan Arsenal untuk meraih hasil lebih baik di Liga Champions pada musim ini. Terlebih, team arahan Arsene Wenger itu juga memiliki catatan buruk apabila berhadapan dengan Barcelona.

Akan tetapi, sebuah komentar berbeda terlontar dari mulut salah satu legenda Arsenal yaitu Robert Pires. Rober Pires pria yang berpaspor Prancis itu cukup yakin mantan klubnya tersebut mampu menyingkirkan Blaugrana yang merupakan julukan Barcelona di babak perdelapanfinal Liga Champions 2015-2016.

“Mengenai hasil undian Liga Champions, semua orang tahu bahwa itu merupakan nasib sial untuk Arsenal (dengan harus berhadapan dengan Barcelona). Terlebih, Barcelona bukanlah team yang mudah untuk dikalahkan,” jelas Robert Pires seperti yang telah dikutip dari talkSPORT pada Minggu (20/12/2015).

“Akan tetapi, sepakbola bukanlah hal yang dengan mudah ditebak mengenai hasil akhirnya. Selalu ada kejutan yang tercipta di olahraga ini, Anda bisa lihat sendiri bagaimana Leicester City tampil di English Premier League musim ini,” sambung mantan pemain Villarreal tersebut.

“Jadi saya tegaskan bahwa Barcelona memang bukanlah lawan yang menguntungkan untuk Arsenal. Tapi saya sangat yakin dengan kemampuan saat ini, mereka mampu berbicara lebih banyak di ajang itu,” tutup pemain Arsenal periode 2000 hingga 2006 itu.

Alasan Mourinho Dipecat Chelsea

Alasan Mourinho Dipecat Chelsea

Alasan Mourinho Dipecat ChelseaDirektur Teknik Chelsea yaitu Michael Emenalo telah menyebutkan bahwa alasan pemecatan Jose Mourinho dari pelatih Chelsea. Michael Emenalo pria berpaspor Nigeria tersebut telah mengegaskan pendepakan itu terjadi karena Mou yang merupakan sapaan akrab Jose Mourinho tidak bisa menjaga suasana ruang ganti team tetap kondusif.

Beberapa bulan yang terakhir ada rumor yagn telah menyebutkan beberapa pemain The Blues yang merupakan julukan Chelsea seperti Cesc Fabrgeas dan Diego Costa tidak suka atas sikap Mou. Rumor tersebut bahkan bukan isapan jempol belaka setelah Chelsea dikalahkan oleh Leicester City 1-2 pada Selasa 15 Desember.

Pada saat itu Mou terang-terangan menyebut para pemain team asal London Barat itu telah mengkhianatinya. Pengkhianatan yang dimaksud ialah Eden Hazard dan kawan-kawan tidak mau menjalankan instruksi yang telah diberikan Jose Mourinho pelatih berpaspor Portugal tersebut.

Bukan tidak mungkin pengkhianatan tersebut tidak hanya terjadi di pertandingan melawan Leicester City. Apalagi hal itu sudah beberapa kali terjadi di musim ini di English Premier League yang berakibat buruknya kualitas permainan Chelsea.

Hingga English Premier League memasuki pekan ke-16, Chelsea hanya duduk di posisi 16 dengan koleksi 15 poin. Raihan 15 poin hanya unggul satu angka dari Norwich City yang duduk di posisi 18 atau zona degrdadasi.

“Ada perselisihan yang terjadi antara satu individu dengan individu lain di klub ini. Akibatnya Chelsea mengalami banyak kesulitan musim ini,” jelas Emenalo seperti yang telah dikutip dari Sportsmole, Jumat (18/12/2015).

“Kami meraih hasil yang tidak baik. Jelas ada perselisihan antara pemain dan pelatih. Karena itu, kami merasa sudah waktunya untuk bertindak (memecat Jose Mourinho),” urai pria berusia 50 tahun itu.

The Blues Terancam Degradasi Musim Ini

The Blues Terancam Degradasi Musim Ini

The Blues Terancam Degradasi Musim IniSalah satu klub raksasa English Premier League Chelsea telah kalah 1-2 dari Leicester City di pekan ke-16 English Premier League yang berlangsung di King Power Stadium yang merupakan markas besar Leicester City. Kekalahan itu merupakan kekalahan kesembilan team asuhan The Special One yang merupakan julukan pelatih Jose Mourinho pada musim ini.

Alhasil, John Terry berserta dengan kawan-kawan pada saat ini berada di peringkat 16 klasemen sementara English Premier League dengan perolehan 15 poin dan hanya terpaut satu poin dengan Norwich City yang berada di peringkat ke-18, alias masuk dalam zona degradasi pada musim ini.

Ironi sekali melihat posisi Chelsea pada saat ini jika mengingat mereka adalah juara bertahan English Premier League yang dominan pada musim yang lalu. Gol dari Jamie Vardy dan Riyad Mahrez itu melanjutkan kekalahan Chelsea menjadi dua kali kekalahan secara beruntun, setelah sebelumnya kalah 0-1 dari Bournemouth di Stamford Bridge yang merupakan markas besar Chelsea.

Hasil yang diraih Chelsea sejauh ini patut jadi kekhawatiran dari fans. Pasalnya kekalahan kesembilan ini mengingatkan kembali akan kenangan pahit pada musim 1978-1979, pada saat itu Chelsea degradasi ke Championship.

“Chelsea telah kalah sembilan kali darli 16 pertandingan pembuka English Premier League untuk kali pertama sejak musim 1978-1979, pada musim di mana mereka terdegradasi. Sangat suram,” ungkap Twitter @OptaJoe pada Selasa (15/12/2015) yang lalu.

United Ditinggalkan McNair pada Januari 2016

United Ditinggalkan McNair pada Januari 2016

United Ditinggalkan McNair pada Januari 2016Jarang mendapat kesempatan tampil bermain membuat salah satu permain bertahan Manchester United yaitu Paddy McNair, merasa gerah. Paddy McNair pemain bertahan yang berpaspor Irlandia Utara itu berencana untuk meninggalkan Stadion Old Trafford yang merupakan markas besar Manchester United pada bursa transfer Januari 2016 nantinya jika tidak kunjung diberi kesempatan tampil.

Seperti yang telah diberitakan dari Sportsmole pada Sabtu (5/12/2015), Paddy McNair pemain bertahan yang beru berusia 20 tahun tersebut sedang menjadi incaran tiga klub Divisi Championship, yakni Burnley, Blackburn Rovers dan Wolverhampton Wanderers. Dengan bermain di klub tersebut praktis memperbesar peluang Paddy McNair lebih sering merumput di lapangan.

Bersama dengan Manchester United pada musim ini, Paddy McNair baru diturunkan oleh pelatih Louis van Gaal di tiga laga. Terakhir, dia dimainkan saat The Red Devils yang merupakan julukan Manchester United ditahan oleh Leicester City dengan skor akhir 1-1 pada Minggu 29 November 2015 dini hari WIB.

Selain tidak berkembang jika jarang diturunkan, Paddy McNair juga takut peluangnya tampil bersama dengan Irlandia Utara di Euro 2016 tertutup. Pelatih Irlandia Utara yaitu Michael O’Neill, bukan tidak mungkin memilih pemain lain yang memiliki menit bermain lebih banyak ketimbang Paddy McNair.

Paddy McNair sendiri merupakan jebolan akademi Manchester United. Semenjak dipromosikan ke team utama pada awal musim 2014-2015 yang lalu, pemain yang bisa dimainkan sebagai fullback itu total bermain di 21 laga bersama dengan Manchester United.

Juventus dan Milan Berebut Andrej Kramaric

Juventus dan Milan Berebut Andrej Kramaric

Juventus dan Milan Berebut Andrej KramaricMeskipun sudah memiliki banyak penyerang yang berkelas, klub raksasa Italia Juventus dan AC Milan tetap ingin mendatangkan penyerang yang baru pada bursa transfer Januari 2016 mendatang nantinya. Penyerang team nasional Kroasia yang bermain untuk salah satu klub papan tengah English Premier League Leicester City yang sedang naik daun yaitu Andrej Kramaric yang diperebutkan oleh kedua klub raksasa Serie A tersebut.

Seperti yang telah diberitakan dari Sportsmole pada Senin (30/11/2015), Juventus dan AC Milan sedang mencoba memanfaatkan kondisi yang dialami oleh Andrej Kramaric bersama dengan The Foxes yang merupakan julukan Leicester City. Bersama dengan Leicester City pada musim ini, Andrej Kramaric penyerang yang baru berusia 24 tahun tersebut hanya turun di lima pertandingan dan mengemas satu gol.

Meskipun minim penampilan dan gol tak membuat Juventus dan AC Milan menarik diri untuk medatangkannya. Dikarenakan sewaktu membela HNK Rijeka dalam kurun Juli hingga Desember 2014, Andrej Kramaric sanggup mengemas 21 gol dari 18 pertandingan di Liga Kroasia.

Produktivitas gol yang tinggi membuat Bianconeri yang merupakan julukan Juventus dan Rossoneri yang merupakan julukan AC Milan sangat tertarik sekali. Untuk mendapatkan pemegang sembilan caps bersama dengan team nasional Kroasia itu, setidaknya Juventus dan AC Milan harus mengeluarkan dana sebesar 5,6 juta pounds atau sekira Rp116 miliar rupiah untuk medatangkannya

Leicester City Ke Hilangan Nigel Pearson

Leicester City Ke Hilangan Nigel Pearson

Leicester City Ke Hilangan Nigel Pearson

 

Berita ini muncul hanya lebih dari satu bulan setelah Pearson berhasil dipandu Fox keluar dari zona degradasi pada akhir musim lalu,Papan Leicester mengeluarkan pernyataan berikut, yang dikutip kerusakan hubungan kerja klub dengan Pearson sebagai alasan untuk bergerak.

Dikatakan: “Dewan direksi mengakui keberhasilan Nigel telah membantu untuk membawa ke Leicester City selama dua mantra yang bertanggung jawab dari klub, terutama selama terakhir tiga setengah tahun, Namun, hal itu telah menjadi jelas bagi klub bahwa perbedaan mendasar dalam perspektif ada di antara kami. Sayangnya, klub percaya bahwa hubungan kerja antara Nigel dan Dewan tidak lagi layak.

“Pemilik Leicester City, Vichai dan Aiyawatt Srivaddhanaprabha, dan dewan direksi ingin menempatkan pada catatan terima kasih kepada Nigel untuk kontribusi yang cukup besar ia telah membuat selama waktu dengan klub dan berharap dia baik di masa depan.

“Khun Vichai dan Khun Top tetap sepenuhnya berkomitmen untuk pengembangan jangka panjang klub dan pada akan investasi dalam skuad yang akan terus menjadi kompetitif di Liga Premier.

“Kami percaya bahwa pendukung klub akan mengakui bahwa pemilik selalu bertindak dengan kepentingan terbaik klub di hati dan dengan masa depan klub jangka panjang sebagai prioritas terbesar mereka.

“Craig Shakespeare dan Steve Walsh akan mengambil alih tugas tim pertama sementara klub mulai rekrutmen dari manajer baru. Tidak akan ada komentar lebih lanjut sampai proses ini telah menyimpulkan.”

Leicester selesai 14 di musim lalu Premier League, memenangkan tujuh dari sembilan pertandingan terakhir mereka. Mereka bawah meja untuk lebih dari 100 hari sebelum lari dari empat kemenangan beruntun pada bulan April, Titik tinggi pemerintahan Pearson mungkin akan menjadi kenangan kemenangan klub 5-3 atas Manchester United di Stadion King Power di September 2014.

Pearson telah memiliki dua mantra yang bertanggung jawab atas klub, masa yang paling terakhir yang berlangsung tiga-dan-a-setengah tahun, yang termasuk promosi ke papan atas pada musim 2013/14, Ia membagi pendapat dengan tindakannya setelah berdebat dengan pendukung di pertandingan dan menjepit bawah Crystal Palace pemain James McArthur dalam bentrokan Premier League.

Pearson juga memiliki berturut-turut dengan wartawan, menyebutnya burung unta, yang ia kemudian meminta maaf. Meskipun saat-saat kontroversial diyakini banyak pendukung Leicester merasa orang yang mereka punya di helm adalah orang yang tepat untuk memimpin mereka ke depan.

Klub ini telah mengambil pandangan yang berbeda dan percaya hubungan mereka dengan Pearson adalah “tidak lagi layak”.